Berikut adalah contoh pidato persuasif karya Wulan Widari Endah
|
Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh, Yang
terhormat kepala SMPN 3 Cilegon Yang
saya hormati dewan guru dan staf TU SMPN 3 Cilegon Yang
ibu rindukan peserta didik SMPN 3 Cilegon Segala
puji bagi Allah SWT karena atas limpahan karunia-Nya kita dapat berjumpa
dalam kondisi sehat walapun hanya melalui perangkat IT. |
|
|
Pada
kesempatan berharga ini, izinkan ibu menyampaikan pidato dengan tema “Mari Segera
Adaptasi Kebiasaan Baru” Cobaan
yang menimpa seluruh negera termasuk Indonesia sungguh malang yang tak bisa
ditolak karena faktanya per tanggal 9 Agustus 2020 jumlah yang terinfeksi
mencapai 127 ribu jiwa. Jumlah yang sembuh sebanyak 82.236 orang dan yang
meninggal 5.765 orang. Apakah kita masih bisa menutup mata dan berkata virus
ini tidak ada? Sebagai seorang pelajar yang selalu berdekatan dengan ilmu
pengetahuan kita harus percaya bahwa virus ini benar adanya dan berbahaya.
Apa yang harus kita lakukan supaya jumlah orang yang tertular tidak semakin
banyak? Mari segera lakukan kebiasaan baru, mari melangkah dengan kegiatan
kenormalan baru tetapi waspada dan patuh pada protokol kesehatan yang
ditetapkan WHO dan pemerintah RI. Apa
saja kebiasaan baru itu? Pertama,
tempat teraman dan ternyaman adalah rumah. Maka jangan tergoda keluar rumah
jika tidak benar-benar penting. Kedua,
jika terpaksa keluar rumah gunakan masker kain bersih, gunakan dengan tepat.
Jangan hanya dibawa tetapi tidak digunakan, jangan digunakan di bawah dagu.
Kita semua harus sadar dengan memakai masker kita telah melindungi tubuh kita
dari serangan virus covid 19. Ketiga,
selalu sediakan tisu basah dan
handsanitizer di tas. Segera gunakan jika merasa telah menyentuh hal-hal
yang tidak steril. Lebih baik lagi jika mencuci tangan dengan sabun dan air
mengalir dengan cara yang tepat. Keempat,
ketika pulang ke rumah segera ganti pakaian kotor dan mandi. Kelima,
jangan panik tetap tenang. Kesehatan mental perlu dijaga supaya daya tahan
tubuh kita terjaga. Masih
banyak kebiasaan baru lainnya yang harus segera kita adaptasi. Namun, dalam
kesempatan ini, hanya itu saja yang dapat ibu sampaikan. Ingat
dengan mengadaptasi kebiasaan baru kita telah melindungi diri kita, keluarga
kita, para dokter dan tenaga kesehatan yang terlampau berat bebannya selama
pandemi ini. Kita telah berperan menjadi bagian masyarakat Indonesia yang
peduli dan ikut membantu negara.
|