RPP DARING BAHASA INDONESIA KELAS IX

 Istilah PJJ (pembelajaran jarak jauh) dulu sekali kita kenal melalui sebuah kampus bernama (UT-Universitas Terbuka). Saya pada tahun 2008 pernah tertarik untuk kuliah di UT. Dibayangan saya bisa kuliah sambil kerja, saat itu juga saya sudah menikah dan  ingin tetap belajar, tetapi tidak meninggalkan keluarga.  

Kampus UT secara umum saya tahu dari ibu mertua yang merupakan alumni UT. Saat itu bahkan UT telah memasang iklan tentang rekrutmen mahasiswa baru di koran lokal Banten. Di Cilegon, UT bekerja sama dengan balai pelatihan milik PT KS sepertinya, karena saya pernah bertanya di sana dan dengan lengkap oleh petugas dijelaskan sistem pembelajrannya yaitu  ada tatap muka ada yang lewat modul/diktat. Membaca modul/diktat lalu nanti dosen menguji. 

Setelah lama berpikir, karena merasa saya adalah manusia yang kurang pandai jika hanya membaca saja, akhirnya saya memutuskan untuk tidak jadi mendaftar di UT. Masa pendemi serperti ini mengingatkan saya pada UT. Saya sendiri tidak tahu bagaimana UT masa kini, tetapi saya menduga akan lebih banyak peminat dan lebih bagus lagi kulitas pembelajarannya. Seingat saya di kampus tempat saya kuliah (Untirta), modul UT  bentuknya cukup besar tetapi detail dan saya suka membacanya di perpustakaan kampus. 

Nah, pandemi memaksa semua orang melakukan PJJ atau BDR. Rencana pembelajaran yang biasanya kita rancang di kelas pun harus berubah. Berikut ini saya akan membagi sedikit ilmu yang saya miliki. Semoga bermanfaat. 

Silakan unduh file  RPP B.Indonesia Daring di link berikut:

https://drive.google.com/file/d/19MrE43INjPCLNfE7mzvTPvcWQYnIP6EZ/view?usp=sharing

#rppbahasaindonesiadaring

#gurupembelajar

Alternatif Model Pembelajaran Selama BDR

 Berharganya sesuatu akan terasa ketika kita kehilangan. Hal ini yang saya rasakan ketika datang piket ke sekolah. Lapangan upacara yang lengang, kelas-kelas kosong, kantin dan ruang guru yang sepi. Perasaan bahagia karena masih diberi kesehatan berbaur dengan perasaan rindu kelas-kelas yang ramai, berteriak di kelas karena siswa yang masih saja asyik mengobrol dengan temannya, tertawa bersama, berdoa sebelum dan setelah kegiatan pembelajaran, dan aktivitas lainnya.

 Hari-hari setelah KBM daring bagi para guru tentunya hari-hari penuh kesepian dan rentetan lembar kerja yang harus diteliti, dikoreksi, lalu melakukan tagihan pada beberapa siswa yang belum juga mengumpulkan lembar kerja. Hari-hari lainnya dihabiskan untuk mengikuti bimtek atau pelatihan daring baik yang daidakan oleh Kemdikbud, kampus, LPMP,dll. Diantara banyaknya pelatihan daring yang saya ikuti, izinkan saya berbagi satu model pembelajaran yang masih asing bagi saya namun mungkin sudah dilakukan oleh guru-guru lainnya di Indonesia. Model ini disebutkan oleh narasumber ketika webinar berlangsung dan lebih gamlang lagi saya temukan dalam Modul Panduan Model Pembelajaran Inovatif dalam BDR yang memanfaatkan Rumah Belajar: Pusdatin Kemdikbud.

Model ini bernama Flipped Classroom, kurang lebih penjelasannya adalah kegiatan pembelajaran yang biasanya dilakukan di kelas dan penugasan di rumah posisinya dibalik. Jauh sebelum pembelajaran di mulai siswa telah mendapat akses untuk membaca atau mempelajari materi di rumah dan bentuk tagihan kita lakukan ketika teleconference misalnya. Para guru bisa mengguakan berbagai aplikasi untuk memenuhi tujuan kegiatan belajar di pertemuan itu. Kagiatan persiapan : peserta didik mengakses PPT atau sumber belajar lainnya beberapa hari sebelum jadwal belajar (contoh : bahasa Indonesia jadwal belajar hari Selasa, materi dapat diakses siswa 3 sebelumnya) di rumah masing-masing didampingi orang tua. Siswa melakukan kegiatan literasi mandiri, hasil dari kegiatan liteasi ini pati membuat peserta didik bingung aan beberapa hal, dan peserta didik harus mencatat hal-hal yang belum dipahami. Ketika pelaksanaan belajar hari Selasa berlangsung daring yang terjadi adalah diskusi antara guru dan peserta didik. Setelah diskusi berlangsung ada penugasan dari guru sesuai dengan tujuan pembelajaran hari itu. Agar lebih jelas lagi berikut saya kutip langsung dari  Modul Panduan Model Pembelajaran Inovatif dalam BDR yang memanfaatkan Rumah Belajar: Pusdatin Kemdikbud.

https://drive.google.com/file/d/1QMB_enzl8dPSJtQ0MfEWqjpUCSGcIvfh/view?usp=sharing

https://drive.google.com/file/d/1qUwGMi3onhEWmPxbjkqz81BehdAn-CnH/view?usp=sharing

Ada banyak model pembelajaran lainnya, tetapi dalam kesempatan ini saya baru bisa mengulas model pembelajaran ini. Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kekeliruan.

 

Video Pembelajaran Unsur-Unsur Teks Cerpen

 #Belajar kapan saja, diamana saja, dengan siapa saja.

 Kata-kata ini yang paling saya ingat ketika bebrapa kali mengikuti pelatiha daring di website https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/ terasa sekali manfaat yang saya dapatkan. Saya adalah guru yang tidak mahir IT dan tidak percaya diri biaca di depan kamera/video. Namun, karena harus mengumpulkan serangikaian tugas dari pelatihan daring ini, saya memaksa diri saya untuk tampil dan memaksimalkan ponsel yang saya miliki. Saya bisa berjam-jam mengedit ataupun sekedar menyaksikan contoh video yang telah direkomedasikan oleh para pemateri. Kegiatan ini sungguh membuka wawasan saya. Berikut adalah salah satu tugas Bimtek Pengembangan Video Pembelajaran.

https://www.youtube.com/watch?v=JQD--MdqAaE


sungguh sangat sederhana dan jauh dari kualitas peserta lainnya. Harapan saya ingin terus belajar. Mengikis sedikit-demi sedikit rasa malu, malas, dan hal negatif lainnya. Semoga Kemdikbud selalu setia membimbing guru Indonesia. Salam rumah belajar!