MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

COOPERATIF LEARNING

Cara pengajaran yang memaksimalkan hasil belajar melalui belajar bersama.

Perbedaan cara Kooperatif dan Konvensional

Kooperatif:
- kontrak sosial
- saling tergantung
- tiap siswa bertanggung jawab terhadap hasil


Konvensional:
- satu pemimpin
- tidak saling bergantung

Contoh: Cooperatif Learning (GRUP RESEME, JIGSAW, NHT, STAD, TAI)


GRUP RESUME
1. Bagi kelompok kecil 3-5 orang
2. Bagi permasalahan/bahan bacaan
3. Tiap kelompok bahas dan pecahkan masalah
4. Membuat resume di atas kertas
5. Persentasi dan Tanggapi
6. Respon
7. Tanggapi keluarga secara terbuka

JIGSAW
1. Merumuskan tema dan sub tema
2. Bagi kelompok
3. Beri nomor tiap anggota
4. Bagi divisi nomor yang sama
5. Beri tugas masing-masing divisi
6. Tiap divisi lakukan eksplorasi ke kelompok lain
7. Balik lagi ke anggota semula
8. susun laporan
9. Persentasi
10. Beri penghargaan



BACA KE -4 NOVEL Moga Bunda Disayang Allah SWT

Judul : Moga Bunda Disayang Allah SWT
Penulis : Tere Liye
Tahun : 2006 Cetakan 1
              2017 Cetakan 26

Penerbit : Republika
Tebal : 306 halaman

Anak dalam keluarga adalah anugerah. Novel ini mengajarkan saya untuk bersyukur. dikisahkan tokoh Bunda amat menderita karena anak satu-satunya, yang awalnya sehat dan ceria tiba-tiba diusia 3 tahun kehilangan pengelihatan dan pendengaran. anak tersebut bernama Melati dan hanya bisa mngamuk karena marah dan frustasi hidup dalam kegelapan dan kesunyian. Bayangkan betapa hancur perasaan keluarga tersebut.

Tokoh superhero dalam novel ini bernama Karang pria tampan yang awalnya baik, perjalanan hidup membuatnya frustasi dan menjadi pamabuk. penyesalan dan rasa bersalah menghantui Karang, dia memvonis dirinya penyebab 18 anak tenggelam di laut, diantaranya Qintan.

Kinan tiba-tiba punya semangat luar biasa untuk membantu Melati bisa hidup normal. awalnya, ayah Melati menolak Kinan.

Akhir cerita novel ini mebahagiakan Melati bisa berkomunikasi dengan cara yang diajarkan Karang.

Baca Buku ke 3

Maret 2019

Judul: Menjadi Orang Tua Hebat untuk Keluarga dengan Anak Usia SMP
Tahun : 2016
Bunga rampai : Sukiman, dkk
Penerbit : Kemdikbud-Jakarta

Ruh dari buku ini sudah dijelaskan oleh Menteri Penidikan (Anies Baswedan) bahwa keluarga keluarga tempat benih generasi berkarakter. keluarga harus paham begitu pentingnya masa remaja "masa mencari jati diri" keluarga menjadi mitra pendidik/sekolah. Supaya karakter anak yang baik itu terbentuk sesuai harapan.

Buku ini mejelaskan pentingnya orang tua terlibat dalam pendidikan anak. diantaranya meningkatkan kehadiran anak di sekolah, mengurangi perilaku menggangu pada anak, sikap anak lebih positif, bahkan mendukung iklim sekolah lebih baik.

Dalam buku ini, orang tua juga diharapkan untuk komunikatif dengan pihak sekolah, ketika meminta izin atau hal-hal penting lainnya. Buku ini mudah dipahami dan menarik tampilannya,serta  berbentuk slide dan berwarna-warni.

Baca buku ke 2

Februari, 2019

Judul : Drunken Marmut (Mabuk Mamut)
Penulis : Pidi Baiq
Penerbit : Dar! Mizan
Tahun : 2009

Membaca buku karya Pidi Baiq merupakan kesempatan pertama bagi saya. saya harus akui tertarik membaca buku ini sebab novel "Dilan" yang dari dulu laris itu belum juga saya baca.

di bagian jilid tertulis humor. Selera humor saya buruk karena hanya di beberapa bagian saya tertawa, misalnya keisengan tokoh "aku mengerjai temannya dalam cerita berjudul " Oh, Pram"

Saya juga membayangkan betapa lucu dan repotnya jika tokoh "aku" ada banyak di Indonesia. hehe
Tokoh cerdas yang super usil. kadang malah menurut saya keusilannya berlebihan. Namun, tokoh aku adalah tokoh yang baik, verdas, peyayang, dan pemberi.

di buku ini pula saya merasa penulis serius mengkritik guru BK dalam cerita "SMA berseragam." Hebatnya buku ini juga ilustarasinya dibuat langsung oleh penulis. Sungguh multi telenta.

AYO MEMBACA (SINOPSIS BUKU YANG AKU BACA)

AKU MEMBACA, MAKA AKU ADA
GURU MEMBACA 1

Judul : Membersihkan Hati dari Akhlak yang Tercela
Karya : Imam Al-Gazali
Penerjemah : Ahmad Sunarto
Penerbit : Pustaka Amani Jakarta

Cetakan 1 1996

Bab 1 tentang suka makan, ternyata suka makan tidak baik bagi kesehatan berbahaya, akan mucul syahwat, seks, senang dunia, senang harta, takabur, riya dan hasud.

Bab 2 tentang suka berbicara, ternyata juga berbahaya bisa menimbulkan dusta, mengumpat, berbantah, memuji yang berlebihan.
Sebab-sebab umpatan:
- marah, tinggi hati, dengki, bercengkrama, dan penghinaan.

Bab 3 tentang marah, marah itu merusak iman loh sebagaimana Jadam merusak madu (Sabda Nabi Muhamad SAW)
Cara mengobati marah:
- latihan melemahkan marah
- menahan marah dengan ilmu, dengan amal.

Bab 4 tentang hasud
 Bab 5 tentang senang dunia, sangat berbahaya bila manusia cenderung senang dunia, segala amal akan rusak.

Bulan Januari 2019 saya membaca buku ini, meskipun banyak yang luput saya tulis. Intinya buku ini bagus dan mudah dipahami.


Puisi Karyaku


Menggengam  Diriku


Ku genggami hujan di bulan ini
Purnama telah menanti
Kilaunya biru, Penuh haru
Jika matahari menahanku terlalu lama di sini
Jika kau iri karena yang lain sibuk sendiri
Ketuklah langit sambil menandakan jiwamu
Aku belum sampai
Aku ingin sampai  segera
Lalu kita bicang kisah yang lalu lalu itu
menjadi kisah yang tak lagi pilu
Aku ingin, betapupun kita inginya begitu
Namun, lihatlah langit masih sayu


Juli  2015


Wulan Widari Endah
Guru B.Indonesia SMP Negeri 3 Cilegon

Materi berita lewat media belajarkemdikbud.go.id

https://drive.google.com/open?id=1-OewlHeAWaBA7h-F6510mpUpcEIJrKDN

GERAKAN LITERASI SMP NEGERI 3 CILEGON

https://forms.gle/zGphkQRhtxSiCM9u6

Materi Puisi Rakyat


LEMBAR KERJA BAHASA INDONESIA
HARI/TANGGAL:
TUGAS BERPASANGAN
NAMA SISWA        :..1................................................
                                    :..2. ................................................
KELAS                     :..VII-.D
MATERI   PUISI RAKYAT
4. 14 Menelaah struktur dan kebahasaan puisi rakyat yang disajikan dalam bentuk tulis
MENULIS PUISI RAKYAT (LENGKAPI PUISI RAKYAT DI BAWAH INI SESUAI KREATIFITAS , ISI PUISI HARUS EDUKATIF DAN TIDAK MENGANDUNG SARA)

1.      Pantun
Jalan-jalan ke kota paris
Lihatlah gedung berbaris-baris
...............................................
..................................................

2.      ...............................
.............................
Hormatilah ayah ibumu
Jika ingin hidup bahagia

3.      Paling enak kue ..................
Ayo kita beli di pasar
Ingatlah ketika kamu ...............
supaya.......................................
4.      Gurindam
Banyaklah engkau berfikir
...........................................

5.      ...................................................
Petanda adinda anak yang baik

6.      Syair (tema cinta alam)
Sungai jernih kian menghilang
...............................................
...................................................
......................................................
7.      Syair tentang cita-cita/perjuangan mejadi siswa hebat
Ketika penat karena buku-buku
...................................................
..................................................
..................................................
8.      Pantun jenaka  (asli karya sendiri)
.................................................
..............................................
................................................
.................................................
9.      Pantun teka-teki (asli karya sendiri)
...............................................
............................................
..............................................
...............................................
10.  Pantun nasihat  (asli karya sendiri)
.......................................................
....................................................
....................................................
....................................................


LK Bahasa Indonesia Kelas 7


LEMBAR KERJA BAHASA INDONESIA


HARI/TANGGAL: Kamis, 04 April 2019
TUGAS INDIVIDU
NAMA SISWA        :.................................................
KELAS                     :..VII-.D
MATERI   PUISI RAKYAT
KD: 3.14 Menelaah struktur dan kebahasaan puisi rakyat (pantun,syair dan gurindam) yang dibaca dan didengar


CONTOH TELAAH PANTUN:
Ambillah kapas menjadi benang
Ambilah benang menjadi kain
Kalau kamu ingin dikenang
Berbuat baiklah dengan orang lain

TELAAH:
Struktur penyajian pantun dua larik sampiran dan dua isi pantun. Dua larik awal (1-2) merupakan pengantar untuk masuk pada larik 3-4. Jumlah suku kata di larik ke 1: 10. Suku kata larik ke 2: 10 suku kata. Jumlah suku kata di larik ke 3: 9 suku kata. Suku kata di larik ke 4: 12 suku kata. Makna/isi pada larik 1-2 dengan 3-4 tidak berhubungan. Ditinjau dari jenis kalimatnya menggunakan kalimat perintah. Larik ke 3-4 merupakan kalimat saran. Isi dari pantun tersebut adalah menyarankan kepada pmbaca pantun untuk berbuat baik pada orang lain/banyak jika ingin diingat/dikenang.


CONTOH TELAAH SYAIR DAN GURINDAM (Baca buku Kemendikbud hlm.182-183)
Kunci mengerjakan tugas telaah adalah teliti dan sungguh-sungguh!
A.    Lakukan telaah pada puisi rakyat di bawah ini dengan lengkap!
1.      Ikan nila dimakan berang-berang
Katak hijau melompat ke kiri
Jika berada di rantau orang
Baik-baik membawa diri

TELAAH:






2.      Enak rasanya bubur yang hangat
Enak dimakan bersama kerupuk
Hidup memang harus semangat
Janganlah mudah kita terpuruk

TELAAH:
3.      Apabila banyak berkata-kata
Disitulah jalan masuk dusta

Apabila banyak bersuka-suka
Itulah tanda hampr duka

TELAAH:
4.      Apabila terpelihara kuping
Kabar yang jahat tiada damping

Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat diripadanya faedah

Kalau mulut tajam dan kasar
Boleh ditimpa bahaya besar

TELAAH:




5.      Janganlah engkau berbuat maksiat
Janganlah enkau berbuat jahat
Segeralah enkau bertaubat
Agar selamat dunia akhirat
TELAAH:





6.      Wahai ananda dengarlah pesan pakai olehmu sifat anak jantan
Bertangungjawab dalam perbuatan
Beban dipikul pantang dilekakkan
TELAAH:









JODOHKAN PILIHAN JAWABAN DARI KOLOM A KE B (BERKAITAN DENGAN JENIS KALIMAT DALAM PUISI RAKYAT)
7.      Wahai muda kenali dirimu
a.       Kalimat perintah biasa
b.      Kalimat perintah larangan
c.       Kalimat ajakan
d.      Kalimat ajakan
e.       Kalimat berita kepastian
f.       Kalimat tanya
g.      Kaliimat berita pengingkaran
h.      Kalimat berita kesangsian
i.        Kalimat seruan
j.        Kalimat saran
8.      Ke akhirat jua kekal hidupmu
9.      Sebaiknya menjadi manusia berilmu
10.  Marilah jaga agar lestari
11.  Janganlah engkau lalai
12.  Esok mungkin ibu tiada
13.  Aduh, sungguh dia kecewa!
14.  Mohon dengar pesan gurumu
15.  Mengapa Anda harus belajar?

NILAI TUGAS:




PARAF ORANG TUA:
PARAG GURU:



Wulan Widari,S.Pd