Cerpen : Tuhan Menjatuhkan Salju di Hatiku

 


TUHAN MENJATUHKAN SALJU DI HATIKU

 

Bel pulang berbunyi, semua anak bersorak, begitupula aku. Aku seorang guru, dengan malu-malu aku akui, aku juga senang bila jam mengajar telah usai. Setelah memencet  alat presensi, aku segera  meluncur ke tempat parkir. Tiba-tiba seorang siswa perempuan menarik lenganku. Bola matanya merah basah.

“Ibu, Asna mau curhat”

Ku tarik nafas sejenak, terbayang anakku yang masih balita menungguku untuk menyusu. Namun, aku tak tega menghancurkan perasaannya, pengharapannya.

“Iya, ada apa Nak?”

Kami duduk di bawah tangga, dekat motorku diparkir. Setelah kondisi sekolah lengang ia mulai bicara.

“Asna, nggak bisa lanjut sekolah bu ”

Dahiku mengerenyit, tak mengeti maksud celotehnya.

“Kenapa?”  “Ada apa Nak?” lalu dengan tangis yang membuncah dia memelukku

“Ibu tadi Asna dipanggil Pak Fauzan bagian TU, ini sudah ketiga kalinya, Bu, Asna nggak punya uang untuk bayar  buku dan tunggakan lainnya bu!”

Air mataku langsung lumer, aku memelukknya dengan segenap jiwaku. Tuhan, mimpikah ini, aku baru mengajar selama dua minggu setelah satu tahun menganggur. Berarti anak ini baru bertemu aku empat kali dan dia menceritakan rahasianya padaku. Lalu muncul banyak tanya dalam benakku, kenapa anak ini bisa sekolah sampai kelas sembilan di sekolah ini, kenapa masih ada anak yang tidak bisa sekolah dengan damai, kenapa anak yang sungguh-sungguh ingin sekolah harus menghadapi persoalan yang berat begini, bagaimana sikapku padanya, bagaimana aku bisa membantunya: nyatanya aku hanya guru honor baru yang tak berdaya soal ini. Aku takut mengecewakannya. Aku takut anak ini berharap aku jadi pahlawan baginya. Pikirannku sibuk berlari. Namun, sebelum sempat aku berkata apa pun Asna mengatur nafas menenangkan dirinya dan berkata

“Bu, Asna cuma pengen cerita aja ke ibu, ibu jangan cerita ke siapa-siapa, sekarang hati Asna sudah agak lega, Asna pasrah bu”

“Ibu akan coba cari jalan keluar tapi kamu janji harus terus sekolah ya”

“Iya, makasih bu”

Kami berpisah setelah puas saling menghibur. Kata-kata pengihibur dan penyemangat untuknya memang tidak akan bisa menyelesaikan persoalannya. Aku tak berdaya, hanya itu yang dapat aku lakukan, semalam suntuk aku ingat mata Asna yang basah, padahal sebelumnnya anak ini sungguh tak ku perhatikan benar.

Aku hanya pernah memuji cerpennya di kelas. Bercerita tentang sebuah keluarga yang menderita karena ayahnya harus dipenjara gara-gara kesalahan yang tidak dilakukannya, difitnah rekan sejawatnya yang tidak suka padanya yang jujur dan disayangi bosnya, akhirnya aku tahu cerpen ini adalah nyata.

Curhat-curhat Asna berikutnya semakin membuatku tenggelam dalam persoalan ini. Kakaknya yang pertama laki-laki bahkan buta huruf, kakaknya yang kedua perempuan  juga buta huruf. Asna lebih beruntung karena ada tetangganya yang baik. Mengajari Asna menulis huruf latin dan arab. Bahkan yang mendukung Asna untuk masuk dan mengusahakan bisa sekolah di sini. Adik Asna dua orang. Asna bekerja  sebagai pembantu di rumah tetangganya itu setelah pulang sekolah. Kemana tetanggnya baiknya pergi? Kenapa harus pindah?

Aku terus berpikir bagaimana caranya aku menolong anak ini. Keesokan harinya, secara hati-hati dan penuh rasa takut ketanyakan tentang Asna ke Pak Rahman pimpinanku.

Mulanya ia kaget, “Ibu tahu dari siapa?”

“Saya tahu dari karangan yang dibuat anak ini Pak” kataku.

“Bu, dengan sangat menyesal saya katakan, kami sudah bantu banyak sekali tapi bantuan kami tidak bisa lebih dari ini”

“Tapi kasian dia pak, selama ini dia berjuang, sampai jadi pembantu demi bisa sekolah”

 Pak Rahman tampak merenung “Baik bu, nanti saya bicarakan lagi dengan Yayasan”

Kepalaku pusing. Tubuhku lemas. Jam pelajaran terakhir aku mengajar di kelas Asna. Ku perhatikan dia tampak layu, tapi berusaha tersenyum dan seolah dia baik-baik saja. Di sela-sela memeriksa tugas, ku tulis sebuah surat untuk Asna.

Dari Ibu untuk Asna

Assalamualaikum Wr.Wb

Asna, sedih hanya sedih yang dapat ibu ungkapkan. Larut dalam kesedihan untuk sementara tidak apa-apa, marah dan kecewa juga wajar. Namun, sebagai seorang manusia kita punya Tuhan, dia telah mengatur segalanya untuk kita. Kalau Asna percaya segalanya akan indah pada waktunya, bersabarlah, berdoa dan terus berusaha. Ibarat besi, Asna sedang ditempa agar jadi keris yang indah. Jangan bosan membaca buku untuk menambah wawasan, membaca tiap peristiwa dengan sikap positif. Pastikan dan kunci sejarah ini jangan sampai terulang pada adik atau bahkan anak Asna kelak. Doa akan selalu teriring dari ibu, untukmu Asna, remaja hebat dan kuat : Semoga Allah selalu menjaga hati Asna agar tetap kuat.

Wa’alaikum salam.

Salam sayang dari ibu

                                                                                                Setelah bel pulang berbunyi surat itu kuberikan padanya. Semenjak saat itu, aku selalu murung di sekolah. Aku iri pada ketegaran Asna.

***

Semester II Asna tak datang lagi ke sekolah. Aku panik dan mencarinya. Dari teman sebangkunya aku mendapat salam dari Asna. Keluarga Asna pindah ke Pandeglang. Ketika aku tanya alamat lengkapnya, temannya tak tahu.

Enam tahun setelah itu, hatiku tetap saja sedih jika mengingat nama Asna. Tiba-tiba Tuhan menjatuhkan salju di hatiku. Salju pertama yang layak ditunggu.

Bip...Bip...ponselku berbunyi. Aku cuek dengan itu karena sedang sibuk mengajar pemantapan ujian tetapi karena terus saja berbunyi, aku menyerah dan sejenak keluar kelas untuk menerima panggilan telepon yang nomornya tak ku kenali.

“Assalamualaikum”

“Wa’alaikumsalam” kataku

“Alhamdulilah akhirnya diangkat”

“Maaf ini siapa?”

“Ibu ini Asna! Ibu nggak lupa kan?”

Jantungku berdetak dengan cepat, sangat cepat. 

“Iya”

“Ini betul Bu Indri kan?”

“Iya” aku jawab sambil sibuk menebak

“Ini Asna bu, murid ibu” suaranya riang di ujung telepon.

“Iya” kataku sambil terisak

Kami ngobrol lama sekali. Katanya, ia mulanya jadi pelayan toko, kini sudah punya toko sendiri. Punya sedikit rezeki, aku dikiriminya uang dua juta rupiah dan akan ia lakukan per empat bulan sekali.

               “Bu, tolong cari anak-anak yang miskin, biayai dengan uang Asna”

 

***

 Pengarang : Wulan Widari Endah

Tertarik memesan buku antologi ini, silakan DM melalui IG wulan_widari_endah 


Praktik Baik Pembelajaran oleh SRB Provinsi Banten

Penerapan Model Pembelajaran Discovery Inquiri Learning dan Flipped Classroom dalam Pembelajaran B.Indonesia Materi Teks Deskripsi dengan Memanfaatkan Peta Budaya Rumah Belajar dan Platforms Merdeka Mengajar Kearifan Lokal Baduy


    Pendidikan nasional menurut UUD SISDIKNAS No.20 Tahun 2003 Pasal 1 adalah  "Pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman." Sebagai seorang guru, penulis berusaha menjalankan amanat dalam undang-undang tersebut. Pembelajaran yang inovatif tanggap terhadap perubahan zaman yang berlandaskan kebudayaan. Penulis menggunakan TIK untuk menarik antusias siswa yang sudah sangat terbiasa menggunakan gawai/smartphone. Hal ini juga sesuai dengan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan itu menuntun siswa sesuai kodrat alam dan zaman (Dewantara, 1936 dalam Kemdikbudristek, Modul Filosofi KHD Dasar-Dasar Pendidikan.

    Pendidikan harus menuntun siswa menggunakan TIK tanpa lupa siapa dirinya. Sebagai guru, penulis berusaha memfasilitasi siswa bersentuhan dengan kebudayaan lokal agar mereka tidak lupa akar. Penulis berharap TIK menjadi pelestari budaya lokal dengan kagiatan yang menggembirakan. Berangkat dari motivasi tersebut penulis memiliki praktik baik di kelas yaitu "Penerapan Model Pembelajaran Discovery Inquiri Learning dan Flipped Classroom dalam Pembelajaran B.Indonesia Materi Teks Deskripsi dengan Memanfaatkan Peta Budaya Rumah Belajar dan Platforms Merdeka Mengajar Mengangkat Kearifan Lokal Baduy"

    Berikut adalah video praktik baik yang penulis lakukan di SMPN 3 Cilegon dan kegiatan berbagi ke guru-guru lain:


        Pandemi  covid -19 membawa hikmah luar biasa bagi penulis. Kegiatan pengembangan diri yang awalnya mengisi kebosanan  karena mengajar daring. Hal ini membuat penulis rajin mengikuti berbagai pelatihan atau webinar. Salah satu kegiatan pengembangan diri melalui  https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/  kegiatan ini sangat bermanfaat bagi penulis misalnya ketika penulis membaca modul "Panduan Belajar dari Rumah dengan Memanfaatkan Rumah Belajar" penulis tertarik mempraktikkan Model Flipped Classroom yaitu sebuah model pembelajaran yang unik karena materi pembelajaran dikirimkan lebih awal sehingga saat bertemu guru, siswa telah belajar mandiri dan siap belajar. Sampai hari ini penulis terus membiasakan hal baik tersebut. Lebih lengap tentang model pembelajaran ini penulis telah memaparkan melalui https://wulanwidar.blogspot.com/2020/09/alternatif-model-pembelajaran-selama-bdr.html

    Tahun ini pembelajaran sudah mulai kembali normal dan bersama penugasan pelatihan PembaTIK di level 2 penulis tertarik mempraktikkan model pembelajaran inovatif lainnya yaitu model discovery-inquiry  sebuah model pembelajaran yang mengaktifkan siswa karena siswa harus melakukan eksplorasi berbagai informasi agar dapat menentukan konsep mentalnya sendiri dengan mengikuti petunjuk pendidik (Kemdikbud: 2021 hlm-9). Alur kegiatan sesuai model ini  adalah:

  1.  Stimulasi (Siswa mengakses link sumber belajar sesuai tujuan pembelajaran : dalam praktiknya penulis mengunduh modul pembelajaran dari platforms merdeka mengajar dan membagikan kepada siswa melalui grup WhatsApp. Ketika di kelas guru hanya memberi penguatan.
  2.  Identifikasi masalah (Siswa dibagi dalam kelompok dan harus menyelesaikan masalah sesuai LKPD) masalah yang harus dicermati siswa adalah menyimpulkan apakah teks peta budaya rumah belajar tersebut adalah teks deskripsi atau bukan berdasarkan struktur teks deskripsi  https://petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id/Repositorys/suku_baduy/
  3.  Pengumpulan data (secara kelompok siswa saling berkolaborasi mengumpulkan data dari berbagai sumber, kemudian mendiskusikan dalam kelompok )
  4.  Pengolahan Data (siswa secara kelompok berkolaborasi melakukan pengolahan data yang telah dikumpulkan kemudian merumuskan hasil diskusi )
  5. Verifikasi (siswa mempresentasikan hasil pengolahan data ke kelompok lain dan guru)
  6. Generaliasi (siswa secara kelompok membuat kesimpulan atau generalisasi berdasarkan hasil verifikasi dan masukan dari pendidik dan siswa lainnya)

Tahap Persiapan
    Setelah membaca modul "Panduan Belajar dari Rumah dengan Memanfaatkan Rumah Belajar," penulis menyusun rencana pembelajaran yang sesuai. Penulis juga mengunduh berbagai sumber belajar digital misalnya melalui platformas merdeka mengajar. Hal ini dilakukan agar  siswa dapat mengakses beberapa hari sebelum kegiatan belajar tatap muka dilakukan. Persiapan lainnya adalah pembuatan powerpoint dan LKPD yang harus sesuai dengan rencana pembelajaran.



(Modul yang diunduh dari platfoms merdeka mengajar (Penulis : Katrina Nawan Hatiningsih)


Tahap Pelaksanaan
    Beberapa hari sebelum pelaksanaan kegiatan pembelajaran guru mengirimkan materi dan petunjuk pembelajaran melalui grup WhatsApp. Pelaksanaan di kelas sesuai alur yang telah penulis tulis di atas (alur model  pembelajaran DIL).  Pembelajaran dilakukan di kelas VII-G. Kompetensi dasar yang diajarkan adalah KD 3.2 Menelaah struktur dan kebahasaan dari teks deskripsi tentang objek. Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah :
1. Siswa mampu menentukan struktur teks deskripsi dengan tepat
2. Siswa mampu memperinci bagian-bagian teks deskripsi dengan tepat
3. Menelaah struktur teks deskripsi yang sesuai dengan cermat
    Alur pembelajaran yang dilakukan oleh siswa ada enam bagian yaitu : stimulus, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, validasi data, dan generalisasi.(penjelasan rinci  di bagian atas). Sebelum kegiatan dimulai guru melakukan salam, sapa, apersepsi dan motivasi dengan kegiatan senam ayam. Suasana kelas menjadi gembira dan siswa bersemangat melakukan kegiatan belajar. Mengutip sekali lagi pemikiran Ki Hajar Dewantara “Maksud pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak,agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat (Dewantara, 1936 dalam Kemdikbudristek, Modul Filosofi KHD Dasar-Dasar Pendidikan.



  




Tahap Pasca Pelaksanaan
    Penulis melakukan refleksi kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan melalui umpan balik peserta didik dan memeriksa kembali LKPD yang telah dipersentasikan siswa di kelas. Dari hasil refleksi penulis dapat menyimpulkan bahwa model pembelajaran flipped classroom sangat baik karena membuat siswa siap belajar. Bagi siswa yang kemandirian belajarnya masih kurang memang agak kesulitan. Model pembelajaran dicovery inquiry learning mengaktifkan siswa secara kolaboratif. Guru bertindak sebagai pemantau selama diskusi berlangsung. Pada pembelajaran berikutnya budaya lokal Baduy menjadi sumber inspirasi bagi siswa menulis teks deskripsi.

LKPD kelompok


    Semangat guru mengajar menggunakan TIK  dan menjadikan TIK pelestari budaya lokal terus dilanjutkan di kegiatan belajar berikutnya. Misalnya masih tentang teks deskripsi namun siswa mendeskripsikan objek atau budaya lokal melalui sebuah video. 
    Kegiatan lanjutan dari praktik baik pembelajaran digital yang saya lakukan bersama siswa. Berikut adalah salah satu penugasan dari siswa saya bernama M.Rezky Arraqqat :




Berbagi dan Berkolaborasi Menumbukan Ekosistem Belajar Digital Menuju Merdeka Belajar

    Kegiatan di level 4 sungguh membuat penulis tertantang. Penulis  belum terbiasa bicara di forum resmi bahkan menjadi narasumber kegiatan sekolah penulis sendiri, komunitas MGMP, bahkan sekolah lainnya. Penulis percaya meskipun terbatas, kebaikan akan mendatangkan kebaikan lain. Kegiatan berbagi dan berkolaborasi penulis lakukan di empat tempat dengan nama Saba. Saba menurut KBBI daring berarti berpergian ke luar rumah. Saba dalam bahasa Sunda bermaka sama dengan KBBI dan secara mendalam menambah sodara atau jalinan kekeluargaan. 

    Saba 1 s.d 4 sudah penulis ceritakan dalam blog ini dengan label PEMBATIK LEVEL 4. Semoga semakin banyak tempat baru dan ilmu baru yang penulis miliki. Bertemu guru-guru hebat di sekolah baru, lingkungan baru menyadarkan penulis betapa bermanfaat kegiatan penugasan PembaTIK Level 4 ini. Bahagia dan bersyukur menjadi salah satu guru yang menumbuhkan eksosistem belajar digital menuju merdeka mengajar. Sesuai dengan jargon rumah belajar "Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja."


(Kegiatan Saba 1 di MGMP B.Indonesia)

(Kegiatan Saba 2 di  SMPN 3 Cilegon)


(Kegiatan Saba 3 di  SDN Bujanggadung)


(Kegiatan Saba 4 di  SDN 1 Cimarga Lebak)

(Daftar hadir kegiatan Saba 1 s.d 4)
#PembaTIK
#PembaTIK2022
#MerdekaBelajar
#PusdatinKemdikbudristek





Referensi:

       Dewantara, Ki Hajar. Dasar-Dasar Pendidikan, Modul 1.1 Calon Guru Penggerak, Kemdikbud Dasar-Dasar Pendidikan hlm 1-3 diakses bulan Oktober 2022

    Hatiningsih, Katrina Nawan. Modul Teks Deskripsi diunduh  https://guru.kemdikbud.go.id/ diakses bulan Agustus 2022

    Badan Pengembang dan Pembinaan Bahasa Kemdikbudristek. KBBI daring https://kbbi.kemdikbud.go.id/diakses 17 Oktober 2022

    Undang-Undang No.20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1

    Pusdatin Kemdikbudristek, Modul Panduan Belajar dari Rumah dengan Memanfaatkan Rumah Belajar 

    Pusdatin Kemdikbudristek, Modul Panduan Penerapan Model Pembelajaran Inovatif dalam BDR yang Memanfaatkan Sumber Belajar



SABA 4 BUKAN SOSIALIASI VAKSIN: INI PEMBATIK

     


    Saba ke-4 saya dalam kegiatan PembaTIK level 4 tahun 2022 ini adalah ke SDN 1 Cimarga Lebak. Telah lama Kepala Sekolah SDN 1 Cimarga Bapak Rukhidin, M.Pd menyampaikan keinginannya untuk saya datang  berbagi ilmu ke sana tetapi baru pada hari Kamis, 27 Oktober 2022 dapat terlaksana.  Saya tersenyum-senyum katika mengecek foto dan video desiminasi ini karena ada sebuah banner "Sosialiasi Vaksin Untuk Anak 6-12 Tahun" maka saya terinspirasi menulis judul "SABA 4 BUKAN SOSIALIASI VAKSIN: INI PEMBATIK."

     Persiapan melalui WhatsApp telah dilakukan disela-sela kegiatan saya sebagai calon guru penggerak yang sebentar lagi menghadapi lokakarya 1. Kegiatan SDN 1 Cimarga tidak kalah sibuk karena merupakan salah satu sekolah penggerak angkatan 2 Lebak. Salah satu SRB dari Serang yang awalnya akan berkolaborasi dengan saya tidak jadi ikut karena sedang melaksanakan ANBK  di sekolahnya. 

    Perjalanan dari Cilegon menuju Lebak sekitar 1,5 jam melalui tol dan lokasi SDN 1 Cimarga. Saya bersemangat berangkat karena Lebak merupakan tanah kelahiran saya. Selain desiminasi praktik baik pembelajaran yang saya lakukan lewat rumah belajar dan platforms merdeka mengajar saya juga memberikan pelatihan cara mendaftarkan akun google belajar.id ke canva education. Selain guru SDN 1 Cimarga ternyata telah hadir lima guru penggerak angkatan 6 dari SDN Karyajaya dan SDN Girimukti. Semua tampak antusias dan waktu 3,5 jam tidak terasa berlalu begitu saja.

    Para guru sangat antusias bahkan langsung mendapat tugas untuk mengumpulkan karya di grup WA sekolah sesuai  kebutuhan sekolah yaitu pembuatan banner  5 S, banner Keyakinan Kelas,  dan tema lainnya sesuai kebutuhan kelas masing-masing. Bahkan membuat video tentang kegiatan Projek Profil Pancasila yang sedang dilakukan di sekolah ini. Di perjalanan berangkat dan pulang saya terus merasa bersyukur teknologi membuat guru-guru di desa maupun di kota mengembangkan diri sesuai potensi daerahnya. Semoga eksosistem digital terus tumbuh dan membawa perubahan baik kualitas pendidikan di semua daerah.





#PembaTIK
#PembaTIK2022
#MerdekaBelajar
#PusdatinKemdikbudristek




SABA 3 SEKOLAH PENGGERAK INSPIRATIF

Saba ketiga saya adalah kunjungan balasan ke SDN Bujanggadung SRB Opi Mayang Sari. Setelah sehari sebelumnya Bu Opi yang berkunjung ke SMPN 3 Cilegon.  Saya melakukan kunjungan di hari berikutnya yaitu Rabu, 26 Oktober 2022. Walapun letak sekolah kami berdekatan, namun lagi-lagi ini pertama kalinya saya datang dan berkunjung ke SD Bujanggaudung yang telah terkenal dengan sederet prestasi guru dan siswanya bahkan sekolah ini  merupakan salah satu SD penggerak di Kota Cilegon. 



Semua semangat ini saya rasakan betul mengalir dari kepala sekolah inspiratif yang membuat saya bersyukur bisa berbagi dan berkolaborasi . Beliau bernama Drs.H.Ruhyadi, M.Pd, beliau adalah sosok kepala sekolah yang visioner, tenang, dan inspiratif. Selain beliau membuka kegiatan beliau juga memberi penguatan yang sangat berkesan bagi saya. Kata beliau kedua hal yang dilakukan oleh saya dan Bu Ovi adalah pendidikan dengan paradigma baru dan sangat aplikatif sehingga layak dicoba dipraktikkan oleh seluruh guru di SD Bujanggadung. Unsur lokalitas juga dikuatkan kembali oleh Pak Drs.H.Ruhyadi bahwa anak-anak harus tetap mendapat kegiatan pembelajaran kontekstual agar dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Praktik baik yang saya bagi sama dengan kegiatan di Saba 1 dan 2 yaitu Model Pembelajaran Inovatif yang Memanfaatkan Fitur Peta Budaya Rumah Belajar dan Pengalaman Unggah Karya di Platforms Merdeka Belajar. Seperti gayung bersambut, ketika kegiatan pemantik saya jadi tahu bahwa guru-guru di SD ini sangat mahir menggunakan IT  dalam pembelajaran. Mereka tampak antusias dan bertanya jika ada hal-hal yang kurang jelas. 

Sekolah penggerak memberikan atmosfer kolaborasi yang solid dan semangat belajar yang tinggi. Saya sangat termotivasi dengan pesan Bapak Drs. H. Ruhyadi bahwa menjadi  guru  jangan lelah menjadi obor untuk sekolah, jika obor padam maka gelaplah semuanya, teruslah menjadi penerang hingga semua kebaikan itu menjadi ladang pahala yang tak putus-putus.


#PembaTIK
#PembaTIK2022
#MerdekaBelajar
#PusdatinKemdikbudristek



SABA 2 KOLABORASI MENUMBUHKAN EKOSISTEM BELAJAR DIGITAL

    Saba ke-2 saya dalam rangkaian berbagi dan berkolaborasi adalah di rumah kami sendiri yaitu SMP Negeri 3 Cilegon. Melalui komunikasi yang efektif dengan Plt. Kepala SMP Negeri 3 Cilegon (Hj. Reny Damayanti, S.Pd.M.Pd) dan para wakil kepala sekolah, kami mendapat izin melakukan kegiatan desiminasi pada hari Selasa  pukul 11.00 di ruang guru. 

    Kegiatan ini lebih  seru dan terasa saling melengkapi menumbuhkan ekosistem belajar digital yang positif.  Saya berkolaborasi bersama SRB Hardianti Putri- SMPN 3 Cilegon dan SRB Opi Vita Mayang Sari-SDN Bujanggadung.  Melalui kegiatan ini untuk pengalaman pertama kalinya saya bertemu dengan Bu Opi, guru SD yang  bersemangat dan inspiratif.




    Saya mendesiminasikan praktik baik pembelajaran melalui platforms rumah belajar menggunakan fitur utama Sumber Belajar dan fitur tambahan peta budaya tentang Baduy dengan menggunakan model pembelajaran DIL-FC sesuai mata pelajaran yang saya ampu yaitu Bahasa Indonesia materi teks deskripsi. Sedangkan SRB Hardianti Putri meskipun sama-sama  menggunakan model DIL fokus menggunakan sumber belajar yang sesuai dengan mata pelajaran IPA yaitu ciri-ciri makluk hidup. SRB Opi Vita Mayang Sari mengggunakan model pembelajaran SOLE dan memanfaatkan AR untuk materi energi alternatif di kelas VI.
    Hal yang saya sadari betul dengan kegiatan ini adalah ekosistem belajar digital tumbuh  dan bahkan mungkin tidak kami sadari melalalui dorongan penugasan pengembangan diri PembaTIK. Tahun 2021 guru SMPN 3 Cilegon telah lebih dulu lolos level 4 adalah SRB Holifah yang merupakan guru PPKN. Tahun ini saya dan SRB Hardianti Putri dapat mewakili SMPN 3 Cilegon. Tentu saja kami jauh dari kata mampu, kami hanya mencoba melakukan yang terbaik sesuai kemampuan dan gaya kami. Teman-teman di SMPN 3 Cilegon sangat antusias dan mendukung langkah maju kami. Doa-doa tulus tercurah untuk kami. Bu Komarni salah satu rekan sejawat yang pernah beberapa kali mengikuti kegiatan PembaTIK memberi penguatan kepada kami "Sulit sekali lolos ke level 4, ibu lulus level 3 dan belum berkesmpatan ke level 4, selamat dan terus berjuang, ilmunya bermanfaat dan pengalamannya hebat."
    Terima kasih atas doa dan kesempatan ini. SMPN 3 Cilegon sekolah yang sangat mendukung pengembangan diri seluruh guru. SMPN 3 Hebat (Harmonis-Edukatif-Berani-Asri-Taqwa).

#PembaTIK
#PembaTIK2022
#MerdekaBelajar
#PusdatinKemdikbudristek

 


SABA 1 MGMP BAHASA INDONESIA KOTA CILEGON KOMUNITAS RASA KELUARGA

Hal pertama yang terbesit di kepala saya setelah pengumuman bahwa saya lolos ke level 4 PembaTIK tahun 2022 adalah berbagi dan berkolaborasi di MGMP B.Indonesia Kota Cilegon. Selama ini saya merasa bertumbuh dan berproses bersama komunitas ini. Telah dua tahun saya dipercaya menjadi salah satu pengurus MGMP yaitu sebagai sekertaris gugus dua. Awalnya saya menolak dan merasa tidak percaya diri tetapi berkat dukungan dari pengurus lainnya komunitas MGMP menjadi keluarga baru yang selalu mendukung progress siapapun di sini termasuk saya yang baru bergabung pada tahun 2019.

Saba menjadi nama yang saya pilih ketika melaksanakan tugas sebagai sahabat rumah belajar. Saba berasal dari bahasa Sunda yang artinya berkunjung. Saba saya yang kesatu adalah di MGMP Bahasa Indonesia tepatnya hari Senin, 17 Oktober 2022. Dua hari sebelumnya saya berdiskusi dengan pengurus MGMP dan mendapat izin untuk berbagi praktik baik inovasi pembelajaran yang saya lakukan. Sungguh pengalaman pertama yang mendebarkan. Mengingat selama ini saya mengambil  peran administrasi alias surat menyurat saja. Sesuatu yang pertama kali dilakukan tentu jauh dari sempurna. Namun, saya percaya pesan yang tulus disampaikan akan mengetuk pintu kebaikan.


(SRB Wulan Saba 1 di MGMP B.Indonesia Kota Cilegon)

Apa saja yang saya bagikan ?
Praktik baik model pembelajaran DIL-FC Materi Teks Deskripsi Melalui Peta Budaya Rumbel & Modul Merdeka Mengajar. Kegiatan ini saya lakukan di kelas pada bulan Agustus saat proses PembaTIK level 2. Melalui tayangan video dan ppt saya membagi hal baik dan hal yang masih kurang saat mengajarkan teks deskripsi dengan model pembelajaran discovery-inquiri dan flipped classroom.
Kemudahan yang saya alami adalah siswa lebih siap belajar karena skenario dan materi pembelajaran telah saya bagikan dua hari sebelumnya di grup WhatsApps. Model pembelajaran discovery-inquiri membuat siswa aktif memecahkan persoalan berdasarkan sumber belajar yang telah dikirim sebelumnya dan siswa yang pada awalnya bahkan tidak tahu Baduy menjadi sangat bersemangat bahkan ingin berkunjung langsung ke sana. Saya sangat bersyukur dengan antusias siswa tersebut. Budaya lokal yang terdapat dalam peta budaya rumah belajar mampu menarik minat siswa untuk melakukan pemecehan masalah dengan sungguh-sungguh. 

Mengakhiri  kegiatan berbagi di MGMP B.Indonesia saya menceritakan betapa PembaTIK telah membuka wawasan saya tentang pemanfaatan TIK dalam upaya menggerakan siswa belajar aktif dan inovatif. Saya juga berharap di tahun depan guru B.Indonesia bisa merasakan manfaat tersebut dengan ikut kegiatan PembaTIK. Terima kasih atas kesempatan berbagi ini. MGMP Bahasa Indonesia layak menjadi Saba 1 karena telah terus mendorong saya melakukan hal-hal baru. Untuk pertama kalinya saya berbagi kepada rekan-rekan sejawat sehingga membuat saya semakin sadar sekecil apapun kebaikan akan mengalirkan kebaikan. Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

#PembaTIK
#PembaTIK2022
#MerdekaBelajar
#PusdatinKemdikbudristek




Dasawarsa

Puisi 

Dasawarsa


hai, telah lewat satu dasawarsa

kau akan tersenyum atau sebaliknya 

kekonyolan aku atau kita, bolehkan aku sebut begitu? 

tiba-tiba saja karena lagu tulus pagi ini 

bait-bait puisi tuan dan nyonya menari-nari di kepalaku

sudah sejak awal kita tahu hanya sekadar mengisi celah di hati

entahlah, aku tak yakin perempuan boleh punya rasa ini 

sejak awal hanya mengagumi

selamat pagi, siang, sore dan malam

semoga semuanya baik-baik saja

seperti pagi yang selalu datang membawa kita sejenak mengizinkan kenangan datang

sebentar saja, ternyata telah lewat satu dasawarsa dan kita belum juga bertemu 


09-04-2022 


RESENSI BUKU : AKU TERBATAS TAPI TANPA BATAS

                                           REMAJA HARUS OPTIMIS





Identitas buku 

Judul : Kisah Remaja Juara: Aku Terbatas tapi Tanpa Batas

Penulis: Joko Sulistya

Tahun : 2018

Penerbit : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa 

Sumber file buku https://budi.kemdikbud.go.id/


Remaja  harus optimis dan harus selalu bersemangat tentang masa depan. Remaja masa kini cenderung pesimis sebelum berjuang. Mereka sibuk dengan rasa minder, mengeksplorasi kekurangan diri, lalu terjebak pada hiburan semata. Hal ini membuat mereka terus larut dalam hiburan atau kesenangan dan kadang bahkan takut menghadapi kenyataan. Semoga hal ini tidak dialami oleh semua remaja, semoga buku ini menjadi insiprasi bagi para remaja khususnya SMP menjaga semangat juang dan termotivasi berprestasi.

Buku ini ditulis oleh seorang guru bernama Joko Sulistya beliau adalah guru bahasa inggris SMPN 2 Bambanglipuro yang berprestasi, aktif menulis dan telah sukses membimbing peserta didik sampai kejuaran tingkat nasional. 

Buku ini ditulis dengan konsep biografi dengan dua narasumber utama. Penulis buku membuat buku ini seolah ditulis oleh narasumber karena menggunakan sudut pandang aku. Narasumber pertama bernama Yulia Dwi Kustari yaitu siswa yang berhasil meraih Juara 1 KIR Tingkat Nasional. Di awal diceritakan Yulia adalah anak yang dulunya tomboi dan memiliki keluarga yang sangat sederhana. Yulia adalah anak yang aktif di kelas dan aktif berorganisasi. Yulia melalui proses menjadi kandidat Ketua Osis dan proses ikut ekskul KIR di sekolah. Yulia punya impian yang bagi banyak remaja juga impian yang keren yaitu menjadi juara dan bisa naik pesawat terbang gratis.  Semua ini berhasil berkat ketekunan dan dukungan penuh dari guru dan keluarganya. Semangat dan ambisi Yulia patut dicontoh oleh remaja masa kini. Kekurangan keterbatasan jangan dijadikan alasan untuk malas-malasan, justru dijadikan dorongan sehingga masa remaja berjalan dengan segudang aktivitas positif. 

Kisah kedua narasumber yang diceritakan adalah Bayu Aji Firmansyah. Kisah Bayu sangat inspiratif, Bayu adalah anak berkebutuhan khusus yang bahkan ketika kecil harus menjalani operasi mata beberapa kali ketika usianya masih beberapa bulan dan hasilnya kurang menggembirakan. Hal ini tidak membuat Bayu patah semangat. Dukungan keluarga lagi-lagi menjadi yang utama. Bayu mengalami kesulitan membaca karena pengelihatannya yang hanya  sedikit bahkan belajar harus membawa kaca pembesar. Bayu juga mengalami pengalaman pahit ditolak di sekolah negeri impiannya karena kekuranganya ini. Penolakan demi  penolakan dijawab Bayu lewat prestasi dan puncak prestasinya adalah Juara III Olimpiade ABK tingkat nasional dengan hadiah uang tunai 15 juta rupiah. 

Kisah-kisah inspiratif ini membuat pembaca bahkan menangis dan akan terus mengulang-ulang berkata begini ke siswa di kelas "Masa depan milik kalian para remaja tangguh, masa yang lalu  milik kami yang sudah tua" Remaja harus bangga memikirkan masa depan dan berusaha meraihnya.

Buku ini sangat baik dibaca seluruh remaja SMP, buku ini ringan dan tidak terlalu tebal sehingga dapat selesai dibaca dalam waktu satu sampai dua hari. Ayo membaca, membaca adalah kebutuhan.