Di era modern ini segala informasi mengalir dengan cepat dan bahkan membuat kita kewalahan. Tulisan ini merupakan bentuk celoteh saya yang mungkin akan disetujui atau ditolak oleh guru lainya. Sebelumnya saya ingin meminta maaf jika ada yang kurang suka dengan tulisan ini. Saya yakin semua guru baik dan suka melihat siswanya berjuang dan berprestasi. Pokoknya semua guru akan mendukung.
Dalam dinamika grup wa sekolah ada saja guru yang mimilih mode diam dalam segala aktivitas kecualai kabar duka (masih komentar). Saya memperhatikan dan menyayangkan hal ini. Saya berharap tulisan ini dibaca oleh guru-guru dengan mode diam/silent ini. Sebuah senyum, kata-kata semangat, atau sekadar jempol ke atas di grup WA atau di kelas bukanlah hal yang sulit atau menyusahkan. Mungkin bagi sebagian orang, itu hanyalah gerakan kecil, tapi bagi siswa, itu bisa menjadi cahaya kecil yang menerangi jalannya. Janganlah diam saat ada informasi siswa menang atau kalah. Kekuatan sejati seorang guru bukan hanya terletak pada buku pelajaran, tetapi juga pada kemampuannya memberi dukungan dan semangat kepada muridnya. Jangan biarkan kesuksesan siswa menjadi cerita bisu yang tenggelam dalam keheningan kelas.
Sebagai pendidik, tugas kita bukan hanya mengisi kepala mereka dengan pengetahuan, tetapi juga membimbing mereka untuk percaya pada potensi diri sendiri. Menyukai dan menguatkan adalah bentuk dukungan yang paling sederhana namun berarti.
Jadi, mari bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang positif, di mana setiap usaha dihargai, dan setiap prestasi diakui. Jadilah guru yang membangun, yang mampu melihat dan merayakan potensi anak didik, karena dengan begitu, kita mengukir masa depan yang lebih cerah bagi mereka.
Sayapun masih belajar tetapi ini bentuk keprihatinan saya supaya guru ini menyadari betapa hebatnya dukungan kita, dukungan guru.


