REMAJA HARUS OPTIMIS
Identitas buku
Judul : Kisah Remaja Juara: Aku Terbatas tapi Tanpa Batas
Penulis: Joko Sulistya
Tahun : 2018
Penerbit : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Sumber file buku https://budi.kemdikbud.go.id/
Remaja harus optimis dan harus selalu bersemangat tentang masa depan. Remaja masa kini cenderung pesimis sebelum berjuang. Mereka sibuk dengan rasa minder, mengeksplorasi kekurangan diri, lalu terjebak pada hiburan semata. Hal ini membuat mereka terus larut dalam hiburan atau kesenangan dan kadang bahkan takut menghadapi kenyataan. Semoga hal ini tidak dialami oleh semua remaja, semoga buku ini menjadi insiprasi bagi para remaja khususnya SMP menjaga semangat juang dan termotivasi berprestasi.
Buku ini ditulis oleh seorang guru bernama Joko Sulistya beliau adalah guru bahasa inggris SMPN 2 Bambanglipuro yang berprestasi, aktif menulis dan telah sukses membimbing peserta didik sampai kejuaran tingkat nasional.
Buku ini ditulis dengan konsep biografi dengan dua narasumber utama. Penulis buku membuat buku ini seolah ditulis oleh narasumber karena menggunakan sudut pandang aku. Narasumber pertama bernama Yulia Dwi Kustari yaitu siswa yang berhasil meraih Juara 1 KIR Tingkat Nasional. Di awal diceritakan Yulia adalah anak yang dulunya tomboi dan memiliki keluarga yang sangat sederhana. Yulia adalah anak yang aktif di kelas dan aktif berorganisasi. Yulia melalui proses menjadi kandidat Ketua Osis dan proses ikut ekskul KIR di sekolah. Yulia punya impian yang bagi banyak remaja juga impian yang keren yaitu menjadi juara dan bisa naik pesawat terbang gratis. Semua ini berhasil berkat ketekunan dan dukungan penuh dari guru dan keluarganya. Semangat dan ambisi Yulia patut dicontoh oleh remaja masa kini. Kekurangan keterbatasan jangan dijadikan alasan untuk malas-malasan, justru dijadikan dorongan sehingga masa remaja berjalan dengan segudang aktivitas positif.
Kisah kedua narasumber yang diceritakan adalah Bayu Aji Firmansyah. Kisah Bayu sangat inspiratif, Bayu adalah anak berkebutuhan khusus yang bahkan ketika kecil harus menjalani operasi mata beberapa kali ketika usianya masih beberapa bulan dan hasilnya kurang menggembirakan. Hal ini tidak membuat Bayu patah semangat. Dukungan keluarga lagi-lagi menjadi yang utama. Bayu mengalami kesulitan membaca karena pengelihatannya yang hanya sedikit bahkan belajar harus membawa kaca pembesar. Bayu juga mengalami pengalaman pahit ditolak di sekolah negeri impiannya karena kekuranganya ini. Penolakan demi penolakan dijawab Bayu lewat prestasi dan puncak prestasinya adalah Juara III Olimpiade ABK tingkat nasional dengan hadiah uang tunai 15 juta rupiah.
Kisah-kisah inspiratif ini membuat pembaca bahkan menangis dan akan terus mengulang-ulang berkata begini ke siswa di kelas "Masa depan milik kalian para remaja tangguh, masa yang lalu milik kami yang sudah tua" Remaja harus bangga memikirkan masa depan dan berusaha meraihnya.
Buku ini sangat baik dibaca seluruh remaja SMP, buku ini ringan dan tidak terlalu tebal sehingga dapat selesai dibaca dalam waktu satu sampai dua hari. Ayo membaca, membaca adalah kebutuhan.