Berharganya sesuatu akan terasa ketika kita kehilangan. Hal ini yang saya rasakan ketika datang piket ke sekolah. Lapangan upacara yang lengang, kelas-kelas kosong, kantin dan ruang guru yang sepi. Perasaan bahagia karena masih diberi kesehatan berbaur dengan perasaan rindu kelas-kelas yang ramai, berteriak di kelas karena siswa yang masih saja asyik mengobrol dengan temannya, tertawa bersama, berdoa sebelum dan setelah kegiatan pembelajaran, dan aktivitas lainnya.
Hari-hari setelah KBM daring bagi para guru
tentunya hari-hari penuh kesepian dan rentetan lembar kerja yang harus
diteliti, dikoreksi, lalu melakukan tagihan pada beberapa siswa yang belum juga
mengumpulkan lembar kerja. Hari-hari lainnya dihabiskan untuk mengikuti bimtek
atau pelatihan daring baik yang daidakan oleh Kemdikbud, kampus, LPMP,dll.
Diantara banyaknya pelatihan daring yang saya ikuti, izinkan saya berbagi satu
model pembelajaran yang masih asing bagi saya namun mungkin sudah dilakukan
oleh guru-guru lainnya di Indonesia. Model ini disebutkan oleh narasumber
ketika webinar berlangsung dan lebih gamlang lagi saya temukan dalam Modul Panduan Model Pembelajaran Inovatif dalam
BDR yang memanfaatkan Rumah Belajar: Pusdatin Kemdikbud.
Model ini
bernama Flipped Classroom, kurang
lebih penjelasannya adalah kegiatan pembelajaran yang biasanya dilakukan di
kelas dan penugasan di rumah posisinya dibalik. Jauh sebelum pembelajaran di
mulai siswa telah mendapat akses untuk membaca atau mempelajari materi di rumah
dan bentuk tagihan kita lakukan ketika teleconference misalnya. Para guru bisa
mengguakan berbagai aplikasi untuk memenuhi tujuan kegiatan belajar di
pertemuan itu. Kagiatan persiapan : peserta didik mengakses PPT atau sumber
belajar lainnya beberapa hari sebelum jadwal belajar (contoh : bahasa Indonesia
jadwal belajar hari Selasa, materi dapat diakses siswa 3 sebelumnya) di rumah
masing-masing didampingi orang tua. Siswa melakukan kegiatan literasi mandiri,
hasil dari kegiatan liteasi ini pati membuat peserta didik bingung aan beberapa
hal, dan peserta didik harus mencatat hal-hal yang belum dipahami. Ketika pelaksanaan
belajar hari Selasa berlangsung daring yang terjadi adalah diskusi antara guru
dan peserta didik. Setelah diskusi berlangsung ada penugasan dari guru sesuai
dengan tujuan pembelajaran hari itu. Agar lebih jelas lagi berikut saya kutip
langsung dari Modul Panduan Model Pembelajaran Inovatif dalam BDR yang memanfaatkan Rumah
Belajar: Pusdatin Kemdikbud.
https://drive.google.com/file/d/1QMB_enzl8dPSJtQ0MfEWqjpUCSGcIvfh/view?usp=sharing
https://drive.google.com/file/d/1qUwGMi3onhEWmPxbjkqz81BehdAn-CnH/view?usp=sharing

No comments:
Post a Comment