Praktik Baik Pembelajaran oleh SRB Provinsi Banten
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Inquiri Learning dan Flipped Classroom dalam Pembelajaran B.Indonesia Materi Teks Deskripsi dengan Memanfaatkan Peta Budaya Rumah Belajar dan Platforms Merdeka Mengajar Kearifan Lokal Baduy
Pendidikan nasional menurut UUD SISDIKNAS No.20 Tahun 2003 Pasal 1 adalah "Pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama,
kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman." Sebagai seorang guru, penulis berusaha menjalankan amanat dalam undang-undang tersebut. Pembelajaran yang inovatif tanggap terhadap perubahan zaman yang berlandaskan kebudayaan. Penulis menggunakan TIK untuk menarik antusias siswa yang sudah sangat terbiasa menggunakan gawai/smartphone. Hal ini juga sesuai dengan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan itu menuntun siswa sesuai kodrat alam dan zaman (Dewantara, 1936 dalam Kemdikbudristek, Modul Filosofi KHD Dasar-Dasar Pendidikan.)
Pendidikan harus menuntun siswa menggunakan TIK tanpa lupa siapa dirinya. Sebagai guru, penulis berusaha memfasilitasi siswa bersentuhan dengan kebudayaan lokal agar mereka tidak lupa akar. Penulis berharap TIK menjadi pelestari budaya lokal dengan kagiatan yang menggembirakan. Berangkat dari motivasi tersebut penulis memiliki praktik baik di kelas yaitu "Penerapan Model Pembelajaran Discovery Inquiri Learning dan Flipped Classroom dalam Pembelajaran B.Indonesia Materi Teks Deskripsi dengan Memanfaatkan Peta Budaya Rumah Belajar dan Platforms Merdeka Mengajar Mengangkat Kearifan Lokal Baduy"
Berikut adalah video praktik baik yang penulis lakukan di SMPN 3 Cilegon dan kegiatan berbagi ke guru-guru lain:
Pandemi covid -19 membawa hikmah luar biasa bagi penulis. Kegiatan pengembangan diri yang awalnya mengisi kebosanan karena mengajar daring. Hal ini membuat penulis rajin mengikuti berbagai pelatihan atau webinar. Salah satu kegiatan pengembangan diri melalui https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/ kegiatan ini sangat bermanfaat bagi penulis misalnya ketika penulis membaca modul "Panduan Belajar dari Rumah dengan Memanfaatkan Rumah Belajar" penulis tertarik mempraktikkan Model Flipped Classroom yaitu sebuah model pembelajaran yang unik karena materi pembelajaran dikirimkan lebih awal sehingga saat bertemu guru, siswa telah belajar mandiri dan siap belajar. Sampai hari ini penulis terus membiasakan hal baik tersebut. Lebih lengap tentang model pembelajaran ini penulis telah memaparkan melalui https://wulanwidar.blogspot.com/2020/09/alternatif-model-pembelajaran-selama-bdr.html
Tahun ini pembelajaran sudah mulai kembali normal dan bersama penugasan pelatihan PembaTIK di level 2 penulis tertarik mempraktikkan model pembelajaran inovatif lainnya yaitu model discovery-inquiry sebuah model pembelajaran yang mengaktifkan siswa karena siswa harus melakukan eksplorasi berbagai informasi agar dapat menentukan konsep mentalnya sendiri dengan mengikuti petunjuk pendidik (Kemdikbud: 2021 hlm-9). Alur kegiatan sesuai model ini adalah:
Stimulasi (Siswa mengakses link sumber belajar sesuai tujuan pembelajaran : dalam praktiknya penulis mengunduh modul pembelajaran dari platforms merdeka mengajar dan membagikan kepada siswa melalui grup WhatsApp. Ketika di kelas guru hanya memberi penguatan.
Identifikasi masalah (Siswa dibagi dalam kelompok dan harus menyelesaikan masalah sesuai LKPD) masalah yang harus dicermati siswa adalah menyimpulkan apakah teks peta budaya rumah belajar tersebut adalah teks deskripsi atau bukan berdasarkan struktur teks deskripsi https://petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id/Repositorys/suku_baduy/
Pengumpulan data (secara kelompok siswa saling berkolaborasi mengumpulkan data dari berbagai sumber, kemudian mendiskusikan dalam kelompok )
Pengolahan Data (siswa secara kelompok berkolaborasi melakukan pengolahan data yang telah dikumpulkan kemudian merumuskan hasil diskusi )
Verifikasi (siswa mempresentasikan hasil pengolahan data ke kelompok lain dan guru)
Generaliasi (siswa secara kelompok membuat kesimpulan atau generalisasi berdasarkan hasil verifikasi dan masukan dari pendidik dan siswa lainnya)
Tahap Persiapan
Setelah membaca modul "Panduan Belajar dari Rumah dengan Memanfaatkan Rumah Belajar," penulis menyusun rencana pembelajaran yang sesuai. Penulis juga mengunduh berbagai sumber belajar digital misalnya melalui platformas merdeka mengajar. Hal ini dilakukan agar siswa dapat mengakses beberapa hari sebelum kegiatan belajar tatap muka dilakukan. Persiapan lainnya adalah pembuatan powerpoint dan LKPD yang harus sesuai dengan rencana pembelajaran.
(Modul yang diunduh dari platfoms merdeka mengajar (Penulis : Katrina Nawan Hatiningsih)
Tahap Pelaksanaan
Beberapa hari sebelum pelaksanaan kegiatan pembelajaran guru mengirimkan materi dan petunjuk pembelajaran melalui grup WhatsApp. Pelaksanaan di kelas sesuai alur yang telah penulis tulis di atas (alur model pembelajaran DIL). Pembelajaran dilakukan di kelas VII-G. Kompetensi dasar yang diajarkan adalah KD 3.2 Menelaah struktur dan kebahasaan dari teks deskripsi tentang objek. Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah :
1. Siswa mampu menentukan struktur teks deskripsi dengan tepat
2. Siswa mampu memperinci bagian-bagian teks deskripsi dengan tepat
3. Menelaah struktur teks deskripsi yang sesuai dengan cermat
Alur pembelajaran yang dilakukan oleh siswa ada enam bagian yaitu : stimulus, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, validasi data, dan generalisasi.(penjelasan rinci di bagian atas). Sebelum kegiatan dimulai guru melakukan salam, sapa, apersepsi dan motivasi dengan kegiatan senam ayam. Suasana kelas menjadi gembira dan siswa bersemangat melakukan kegiatan belajar. Mengutip sekali lagi pemikiran Ki Hajar Dewantara “Maksud
pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada
anak-anak,agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya
baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat (Dewantara, 1936 dalam Kemdikbudristek, Modul Filosofi KHD Dasar-Dasar Pendidikan.) ”
Tahap Pasca Pelaksanaan
Penulis melakukan refleksi kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan melalui umpan balik peserta didik dan memeriksa kembali LKPD yang telah dipersentasikan siswa di kelas. Dari hasil refleksi penulis dapat menyimpulkan bahwa model pembelajaran flipped classroom sangat baik karena membuat siswa siap belajar. Bagi siswa yang kemandirian belajarnya masih kurang memang agak kesulitan. Model pembelajaran dicovery inquiry learning mengaktifkan siswa secara kolaboratif. Guru bertindak sebagai pemantau selama diskusi berlangsung. Pada pembelajaran berikutnya budaya lokal Baduy menjadi sumber inspirasi bagi siswa menulis teks deskripsi.
LKPD kelompok
Semangat guru mengajar menggunakan TIK dan menjadikan TIK pelestari budaya lokal terus dilanjutkan di kegiatan belajar berikutnya. Misalnya masih tentang teks deskripsi namun siswa mendeskripsikan objek atau budaya lokal melalui sebuah video.
Kegiatan lanjutan dari praktik baik pembelajaran digital yang saya lakukan bersama siswa. Berikut adalah salah satu penugasan dari siswa saya bernama M.Rezky Arraqqat :
Berbagi dan Berkolaborasi Menumbukan Ekosistem Belajar Digital Menuju Merdeka Belajar
Kegiatan di level 4 sungguh membuat penulis tertantang. Penulis belum terbiasa bicara di forum resmi bahkan menjadi narasumber kegiatan sekolah penulis sendiri, komunitas MGMP, bahkan sekolah lainnya. Penulis percaya meskipun terbatas, kebaikan akan mendatangkan kebaikan lain. Kegiatan berbagi dan berkolaborasi penulis lakukan di empat tempat dengan nama Saba. Saba menurut KBBI daring berarti berpergian ke luar rumah. Saba dalam bahasa Sunda bermaka sama dengan KBBI dan secara mendalam menambah sodara atau jalinan kekeluargaan.
Saba 1 s.d 4 sudah penulis ceritakan dalam blog ini dengan label PEMBATIK LEVEL 4. Semoga semakin banyak tempat baru dan ilmu baru yang penulis miliki. Bertemu guru-guru hebat di sekolah baru, lingkungan baru menyadarkan penulis betapa bermanfaat kegiatan penugasan PembaTIK Level 4 ini. Bahagia dan bersyukur menjadi salah satu guru yang menumbuhkan eksosistem belajar digital menuju merdeka mengajar. Sesuai dengan jargon rumah belajar "Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja."
(Kegiatan Saba 1 di MGMP B.Indonesia)
(Kegiatan Saba 2 di SMPN 3 Cilegon)
(Kegiatan Saba 3 di SDN Bujanggadung)
(Kegiatan Saba 4 di SDN 1 Cimarga Lebak)
(Daftar hadir kegiatan Saba 1 s.d 4)
#PembaTIK
#PembaTIK2022
#MerdekaBelajar
#PusdatinKemdikbudristek
Referensi:
Dewantara, Ki Hajar. Dasar-Dasar Pendidikan, Modul 1.1 Calon Guru Penggerak, Kemdikbud Dasar-Dasar Pendidikan hlm 1-3 diakses bulan Oktober 2022
Sangat menginsfirasi bu wulan, Terus produktif Dan semanggi.... Semangat berbagi
ReplyDeleteTerima kasih
DeleteMasyaAllah, terima kasih sudah menginspirasi bu..
ReplyDeleteLuar biasa ce Wulan. Menginspirasi.
ReplyDelete