SABA 1 MGMP BAHASA INDONESIA KOTA CILEGON KOMUNITAS RASA KELUARGA

Hal pertama yang terbesit di kepala saya setelah pengumuman bahwa saya lolos ke level 4 PembaTIK tahun 2022 adalah berbagi dan berkolaborasi di MGMP B.Indonesia Kota Cilegon. Selama ini saya merasa bertumbuh dan berproses bersama komunitas ini. Telah dua tahun saya dipercaya menjadi salah satu pengurus MGMP yaitu sebagai sekertaris gugus dua. Awalnya saya menolak dan merasa tidak percaya diri tetapi berkat dukungan dari pengurus lainnya komunitas MGMP menjadi keluarga baru yang selalu mendukung progress siapapun di sini termasuk saya yang baru bergabung pada tahun 2019.

Saba menjadi nama yang saya pilih ketika melaksanakan tugas sebagai sahabat rumah belajar. Saba berasal dari bahasa Sunda yang artinya berkunjung. Saba saya yang kesatu adalah di MGMP Bahasa Indonesia tepatnya hari Senin, 17 Oktober 2022. Dua hari sebelumnya saya berdiskusi dengan pengurus MGMP dan mendapat izin untuk berbagi praktik baik inovasi pembelajaran yang saya lakukan. Sungguh pengalaman pertama yang mendebarkan. Mengingat selama ini saya mengambil  peran administrasi alias surat menyurat saja. Sesuatu yang pertama kali dilakukan tentu jauh dari sempurna. Namun, saya percaya pesan yang tulus disampaikan akan mengetuk pintu kebaikan.


(SRB Wulan Saba 1 di MGMP B.Indonesia Kota Cilegon)

Apa saja yang saya bagikan ?
Praktik baik model pembelajaran DIL-FC Materi Teks Deskripsi Melalui Peta Budaya Rumbel & Modul Merdeka Mengajar. Kegiatan ini saya lakukan di kelas pada bulan Agustus saat proses PembaTIK level 2. Melalui tayangan video dan ppt saya membagi hal baik dan hal yang masih kurang saat mengajarkan teks deskripsi dengan model pembelajaran discovery-inquiri dan flipped classroom.
Kemudahan yang saya alami adalah siswa lebih siap belajar karena skenario dan materi pembelajaran telah saya bagikan dua hari sebelumnya di grup WhatsApps. Model pembelajaran discovery-inquiri membuat siswa aktif memecahkan persoalan berdasarkan sumber belajar yang telah dikirim sebelumnya dan siswa yang pada awalnya bahkan tidak tahu Baduy menjadi sangat bersemangat bahkan ingin berkunjung langsung ke sana. Saya sangat bersyukur dengan antusias siswa tersebut. Budaya lokal yang terdapat dalam peta budaya rumah belajar mampu menarik minat siswa untuk melakukan pemecehan masalah dengan sungguh-sungguh. 

Mengakhiri  kegiatan berbagi di MGMP B.Indonesia saya menceritakan betapa PembaTIK telah membuka wawasan saya tentang pemanfaatan TIK dalam upaya menggerakan siswa belajar aktif dan inovatif. Saya juga berharap di tahun depan guru B.Indonesia bisa merasakan manfaat tersebut dengan ikut kegiatan PembaTIK. Terima kasih atas kesempatan berbagi ini. MGMP Bahasa Indonesia layak menjadi Saba 1 karena telah terus mendorong saya melakukan hal-hal baru. Untuk pertama kalinya saya berbagi kepada rekan-rekan sejawat sehingga membuat saya semakin sadar sekecil apapun kebaikan akan mengalirkan kebaikan. Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

#PembaTIK
#PembaTIK2022
#MerdekaBelajar
#PusdatinKemdikbudristek




6 comments:

  1. PembaTIK emang keren. Dulu saya ikut tapi tidak lulus. Padahal banyak ilmu yang didapat. Deuh. Hehe

    ReplyDelete
  2. Tulisan guru HEBAT menjadi motivasi para guru untuk terus berkarya..sukses bu Wulan..

    ReplyDelete
  3. Luar biasa, menarik ceritanya dan berbagi praktek baiknya. Lanjutkan

    ReplyDelete